Japan International Human capital Development Organization
Komite Bahasa Jepang
"Shiritori" adalah permainan kata tradisional Jepang yang populer. Meskipun memiliki nilai pendidikan, sebelumnya tidak ada aturan resmi yang terpadu. Aturan ini dibuat untuk memaksimalkan manfaat pendidikan dan memastikan permainan yang adil. Poin utamanya meliputi:
Standar penggunaan kata
Penentuan urutan pemain
Penanganan suara khusus seperti shya, shu, sho, cha, chu, cho, serta panjang vokal dan ぢ/づ
Penanganan kata salah atau kata yang berakhir dengan "ん"
Efek pendidikan (peningkatan kosakata, pelafalan, pengenalan huruf dan bunyi)
Pasal 1 Tujuan
Aturan ini dibuat untuk memastikan Shiritori dimainkan secara adil dan menyenangkan.
Pasal 2 Cara Bermain Dasar
Pemain menyebutkan kata secara bergiliran.
Pemain berikutnya menggunakan huruf terakhir (atau bunyi terakhir) dari kata sebelumnya sebagai huruf awal.
Kata yang sudah digunakan tidak boleh diulang.
Jika pemain tidak dapat menyebut kata, salah kata, atau menyebut kata yang berakhir dengan "ん", pemain tersebut tereliminasi atau dikurangi 1 poin. Penggunaan sistem eliminasi atau poin ditentukan sebelum permainan dimulai oleh semua pemain.
Pemain terakhir yang tersisa (sistem eliminasi) atau pemain dengan pengurangan poin paling sedikit (sistem poin) menang.
Contoh kesalahan:
Kata yang tidak ada di kamus (misal: "ひみつのなぞ")
Kata yang sudah digunakan (misal: "ねこ → ねこ")
Homofon yang maknanya tidak jelas (misal: "はし" (橋/箸) tanpa penjelasan)
Pasal 3 Aturan Kata
3-1 Kata benda
Dasar menggunakan kata benda. Angka diperlakukan seperti kata benda.
3-2 Standar kata yang bisa digunakan
Kata yang disetujui semua pemain (misal: "スマホ")
Kata yang tercatat di kamus Jepang atau digunakan secara nyata (misal: "りんご")
3-3 Angka
Boleh menggunakan angka dasar 1–9 dan satuan (十、百、千、万).
Angka gabungan (misal: 十一、二百、三千) tidak boleh digunakan.
Angka diperlakukan seperti kata benda, misal: "三(みっつ) → つき"
3-4 Dialek
Boleh digunakan jika semua pemain mengerti atau setuju, misal: "べこ" (Timur Laut: sapi)
3-5 Homofon
Boleh digunakan hanya jika maknanya jelas berbeda. Harus bisa menjelaskan makna dan mengucapkannya dengan benar, misal: "はし" (橋/箸)
3-6 Kata majemuk
Boleh digunakan jika diakui secara umum sebagai satu kata, misal: "電気自動車"
3-7 Kata serapan dan nama tempat
Boleh digunakan jika ditulis dalam katakana Jepang, misal: "パスタ", "ロサンゼルス"
Pasal 4 Penanganan huruf dan bunyi
Shya, shu, sho, cha, chu, cho dianggap bunyi tersendiri. Misal: "いしゃ" → kata berikutnya dimulai dengan "しゃ"
Vokal panjang "ー": gunakan huruf sebelum vokal panjang sebagai awal kata berikut, misal: "コーヒー" → kata berikutnya dimulai dengan "ヒ"
Jika berakhiran ぢ/づ, dianggap sebagai じ/ず, misal: "あいづ" → kata berikutnya dimulai dengan "ず"
Pasal 5 Aturan tambahan dan variasi
Boleh ada batas waktu (misal: 5 detik per kata)
Bisa dimainkan dalam tim atau kelompok
Bisa membuat kategori tertentu, misal: hewan → ねこ → こあら → らいおん